Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

6/16/2009

andai rasa dapat memaklumi, aku telah cukup bahagia begini. . .

berPikir…

Hari ini aku ada…
Engkau disisiku
Aku bahagia…
Indah…

Andai rasa dapat memaklumi,
Aku telah cukup bahagia begini

Hatiku tiba-tiba memikirkan tentang besok…
Gundah,
Aku gusar…
Rasanya akan ada yang berbeda kalau tiba-tiba kau tak lagi digenggamku

Memikirkan lusa…
Aku menyesal tak menjagaimu hari ini…

Aku merenung…
Hatiku memikirkan nanti,
Memikirkan masa depan
Nyatanya,
Aku tak mau kalau saat itu engkau tak lagi bersamaku…

5/06/2009

Dosenku Ajaib

Siang itu, dikala pagi sudah berangsur pergi, aku dan teman-temanku, adek angkatanku lebih tepatnya, sedang berusaha menerima ilmu. Ya, ini mata kuliah yang udah gue ambil untuk kedua kalinya. Aku memang bodoh. Kuakui itu.
Yang unik dan tak biasa kali ini adalah keadaan dosen kami yang sedang repot-repotnya memelihara bayi. Dosen kami baru saja melahirkan anak ketiganya. Tapi memang dosen yang amat rajin, maka jadilah beliau sudah berani meninggalkan jabang bayinya demi kami. Huhuhuh… terharu. Dan meskipun sedang dalam masa pasca melahirkan, dosen kami tak pernah membolos ataupun telat masuk. Dosen teladan…
Dan ada yang lebih unik hari ini, disaat kami sedang khusyuk berkuliah ria, sang dosen mendapat tanda panggilan dari HPnya. Setelah ngobrol entah dengn siapa, beliau lalu memberikan kami tugas dan…
“kerjakan dulu ya, saya keluar sebentar…”
Kami bersorak sorai kaya di pawai. Semua gembira, ini kejadian langka. Biasanya dosen itu hanya bisa dikalahkan oleh Leptop yang mati atau karena mati lampu sedang menggilir kami. Namun kali ini, ajaib!!!
Tak beberapa lama…
“ayo, kumpulkan sekarang…” dosen itu sekonyong-konyong masuk ke ruang kels denga bayinya digendongan. Sekali lagi, BAYI DIGENDONGANNYA, sekali lagi DENGAN SEOROK BAYI DIGENONGANNYA. Ya, dosen itu terlampau professional. Bahkan sampai rela membiarkan bayinya keracunan Aljabar. Entah bagaimana persaan itu bayi, bagiku yang sudah menjadi mahasiswa berpredikat MENGULANG saja, pusingnya amit-amit. Mungin bayi itu akan segera tumbuh dengan Aljabar Linier sebagai pedoman hidupnya. Entahlah…

Ada lagicerita keajaiban di ruang kelas kami. Seorang dosen yang kita sebut sebagai bu Agus(nama sebenarnya), memang ibu batak yang cerewet tapi sangat murah dalam member niai. Kala itu kuliah sedang khusyuk-khusyuknya dijalankan. Disiang bolong yang ditemani semilir angin dari kipas angin, kmi bersiap untuk tertidur pulas. Yang pasti banyak mahasiswa mengeluh cape’ dan ngantuk. Termasuk aku tentunya.
Sedang asyik-asiknya berdoa sebelum tidur, tiba-tiba sang ibu bercerita perihal kematian sang dirut BUMN(kalau ada kesalahan mohon dibenarkan, saat itu saa sedang ngantuk berat…). Baru kutahu, ternyata Matematika ada juga hubungannya dengan dunia criminal.
“semalam sya kenyang menonton berita kematian dirut BUMN itu, yang sudah ditemukan 20 ersangkanya. Saya nggak bisa tidur semalam , karena anak saya sedang studi wisata ke Bali. Jdi setiap 10 menit, saya telepon”.
Begini obrolan telepon dalam versi cerita beliau.
“sampai mana nak???”
“baru masuk Surabaya ma” anaknya menjawab.
“lho, kok terlambat sekali…”
“nggak tahu ma, tadi macet” suara anaknya dengan back sound genjrengan gitar beserta tawa riuh dari teman-teman anaknya bu Agus(begitu menurut penuturan beliau).
“lho kok belum pada tidur nak?”
“iya mama, ini masih nyanyi-nyanyi sama temen-temen”
Percakapan berakhir.
“saya heran ini anak kok belum tidur, malah masih nyanyi-nyanyi dan ketwa keras-keras. Padahal sudah jam 9 malem”
“hahaha…” semua mahasiswanya tertawa.
“kukira udah jam 1 maem, atau jam 3 mungkin. Ini… jam 9 udah disuruh tidur. Kaya malin kundang aja…” celutukku pada teman sebelaku.
Nggak kebayang bagaimana keadaan anaknya bu Agus ketika dirumah. Pasti jam 8 sudah disebut beliau sebagai puncaknya malam dan waktunya kuntilanak bangun. Maka, semua anggota keluarganya harus sudah tertidur atau kuntilanak akan mengganggu mereka.
Kami kemudian asyik menyimak cerita si ibu. Berharap menemukan benang merah antara kematian dirut BUMN, studi wisata anaknya keBali, tentang keterlambatan Bus yang ditumpangi anaknya dan anaknya yang harus tidur jam 9 malam. Lama kami menyimak, tetapi kabar yang keluar dari Ibu adalah H nol ditolak dan diterima. Itu tandanya, tidak ada hubungan antar keempatnya. Sungguh, cerita yang tak terstruktur.
OK, kami terima kenggantungan cerita ibu tadi. Kami kembali menikmati Analisis Regresi Terapan. Sampai tibalah kembali saat kantuk menyerangku bertubi-tubi. Saat sedang bersiap berdo agr mendapat mimpi baik, tiba-tiba ada dering SMS dari HP ibu.
“halahh… dari 9177 lagi…”
“kenapa Bu?” kaim kompak mencari tahu siapa 9177.
“saya itu setiap hari selalu mendapat SMS dari nomor ini dan isinya hanya massage can not display. Saya heran, siapa 9177 ini. Sehari itu bisa sampai 7 kali lho mas, mbak” Ibu itu bercerita dengan antusias dan dihiasi aksen batak yang kental.
“pernah saya membalas SMS ke nomer ini”
Begini balasan SMS versi Ibu.
Maaf ya, anda ini siapa? SMS anda ini menggangu sekali. SMS kok nggak kenal waktu. Setelah SMS anda masuk, pulsa saya itu selalu berkurang. Anda ada urusan apa dengan saya???
Kami hanya bisa tertawa. Benar-benar ceria. Yang aku pikir, itu hanya cerita rekayasa dari orang-orang kreatif saja. Tetapi ternyata, ibu dosenku melakukan itu. Dan suatu saat aku akn menirunya. Karena, ingat, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jadi, suatu saat pasti aku akan melakukan hal itu sambil berlari.
Keadaan kemudian kembali tenang, kami kembali mengamai data-data yang terpantulkan lewat LCD. Kami menyimak sampai bosan dan aku kembali mengucapkan doa sebelum tidur berharap tidak ada mimpi buruk smengganggu tidur siangku ini.
Tapi, belum selesai aku mengucap doa.
“tuh… SMS dari 9177 lagi” seru sang Ibu.
“ibu pernah langganan layanan itu kali. Ibu pernah ikut reg-regan?” Tanya salah seorang diantara kami.
“nggak tau saya…”
“dibalas aja Bu, ketik aja UNREG”
“ohh…ketik UNREG gitu???”
“ngirimnya kemana?”
“9177 bu…”
“tapi nanti nggak dapat balasan yang aneh-aneh kan?”
“???”
“soalny dulu saya pernah dapet SMS”.
Begini bunyi SMSnya versi sang Ibu.
Anda butuh pekerjaan yang menjanjikan???
Maaf, saya sudah punya pekerjaan yang enak.
Anda bisa mendapatkan uang sejumlah 100 juta dalam satu tahun.
Pekerjaan saya juga menjanjikan gaji yang cukup besar.
Pekerjaan ini hanya membutuhkan 1 alat.
Pekerjaan saya juga sepasang alat. Bolpoin dan kertas.
Alat itu adalah sebilah balok.
Hah???
Ya, andabertugas memukuli pantat Sapi setiap hari…
“hahaha…” kamipun tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita itu.
“padahal SMS itu dari Indosat lho… tapi jawabannya seperti itu. Wah, saya kena deh…”
Kelas siang itu diakhiri dengan tawa yang ta berkesudahan.

4/28/2009

Fadil oh Fadil...

Malam minggu kemarin(24/4) seharusnya merupakan malam mingu terindah buat fadil, mamanya fadil, papanya fadil, kakaknya fadil, adiknya fadil, pacarnya fadil, temen-temennya fadil juga musuhnya fadil(ada yang belum kesebut???). malam minggu yang seharusnya diisi eceriaan dengan pesta kembang api dan mabok(???)
Keadaan sabtu pagi nan cerah awalnya biasa-biasa saja. Sampai siang, menuju sore, semua baik-baik saja. Fadil banjir jabat tangan dan cipika-cipiki. Yupp, hari itu Fadil genap berumur 19 taon. Tepat hari itu. Pass.
Sedangkan Ucup, sengaja tak mau bertemu Fadil dan mengucapkan sebelum dia sendiri yang minta padanya untuk ngucapin. Semua berjalan lancaar, gegap gempita menyambut kebahagiaan semakin dekatnya Fadil dengan umur(bener kan Dil???).
Semua baik-aik saja. Fadil bahagia, sedang temen-temennya yang mayoritas anak kost, juga bahagia karena sebentar lagi mereka bakalan makan gratis. Perbaikan gizi… ini saatnya untuk menyerang Fadil dengan membabi budeg. Hahaha
Semua baik-baik saja. Temen-temen fisika, sudah mempersiapkan adonan untuk menggoreng Fadil. Semua adonan sudah siap. Tinggal nunggu Badaknya aja. Kalo badaknya udah ketangkep, maka akan segera digorenglah menu makan malam mereka. Badak goreng rasa keringetnya fadil. Itulah yang dimaksud perbaikan gizi.
Semua baik-baik saja. Bahkan ketika sms-sms yang berisi mantera untuk memangil Badaknya ternyata masih PENDING entah nyangkut dipohon apa. Semua baik-baik saja bagi Ucup(yang tidak ikut dalam pesta Badak itu), aktifitasnya berjalan apa adanya. Tidur sambil boker, mandi sambil pub dan makan sambil nahan kentut. Semua baik-baik saja.
Sampai
“halo, mas… ada Fadil nggak disitu???”
“mmm, anu tante, mmm anu…” Ucup terlihat sedikit gugup campur kaget menerima telepon dari emaknya Badak(maaf tante…)
“ada nggak???” suara diseberang sana seperti sedang dikejar Badak.
“enggak Tante. Dari tadi malah saya nggak ketemu. Soalnya ujian. Jadi jadualnya beda”
“ohhh… bisa minta tolong dicariin nggak mas? Soalnya ditelepon kok nggak diangkat…”
“iya tante. Nanti saya coba cek ke kosan…” ucup memang anak yang patuh pada orang tua. Mamanya fadil memang selalu mencari tahu pada Ucup dimana letaknya Fadil kalau no HPnya tidak bisa dihubungi. Seolah-olah dialah majikannya Fadil di Purwokerto.
Setelah menutup telepon dan kembali memakai baju, pergilah Ucup ke kosn Fadil yang ternyata masih gelap gulita.
Dia mengetuk-ketuk pintu kamar Fadil.
“dil, Fadil… mamamu nyariin noh… dil…” Ucup ragu-ragu. Pelan-pelan engetuknya karena disekeliling kamarny benar-benar gelap. Ucup mengetuk sambil matanya tengok kiri-kanan dan kakinya gemetaran.
Kesimpulan: Fadil nggak ada. Lagian mana mau dia dikamar yang gelap gulita begitu. Sedang apa kira-kira dia kalau benar-benar ada di dalam kamar itu???
Ucup pun keluar dengan gontai dan ketakutan. Kakinya masih bergetar bahkan semakin kencang. Mamanya fadil calling
“halo, Mas… gimana? Ada???”
“ng…ng…nggak ada tante…”
“terus kemana ya???”
“nanti Tante, saya coba cari tau sama temen-temennya. Barangkali aja ada dikosan temennya”
“yaudah deh, nanti saya dikasih tau ya…”
“iya tante…”
Ucup tidak lantas mengembalikan HP nya ke CD nya. Dia lalu mengirimkan SMS:
Dill, santai-santai, gw bukn mu ngucPin meT uLtah koq. CumN mu ngSi tw, mama loe nyaRin. Kyanya pTing bgd dill. Loe dimna???
Massage sent. Delivered…
Dia lalu mengetik lagi:
Ran, fDil dSitu? Mamanya nPun gw ni, nyRin diA. kTnya gbsA dHbgi. Pi w sms mSk ko. dMna dia y???
Ucup lalu melaju menuju tempat lain. Dia udah ada janji malam ini, menyaksikan anak-anak SMA pentas teater. Inilah hobinya ucup selain kentut dan boker. Sampai dikosan temennya yang lain,
“halo, mas… gimana?”
“nggak ada tante. Saya juga udah sms temen-temennya katanya nggak pada tau”
“coba tanya Arni mas…” mamanya bener-bener khawatir akan Fadi.
“iya tante, kata Rani juga nggak lagi sama Arni. Rani udah nariin di Arni”
“aduh… kemana ya mas…” mamanya semakin was-was.
“kurang tahu tante… tapi saya sms terkirim kok tante…”
“iya saya telepon juga nyambung, tapi nggak diangkat. Malah ada suaranya orang. Saya kan jadi khawatir takut ada apa-apa…”
“Yaiyalah nelpon Fadil ada suara orang, Fadil kan belum jadi Badak…” batin ucup.
“apa coba cari di Kampus… siapa tahu lagi debat mas…”
“oh iya tante, tadi saya juga ngeliat anak Debat kok. Habis ini saya kekampus…” Ucup melompat kegirangan. Setelah ini, dia akan bertemu calon Badak.
“nanti saya dikabarin ya mas”
“iya tante…”
“trimakasih. Assalamualaikum…” suara mamanya lebih terasa sedikit tenang.
“waalaikum salam…”
Ucup kemudian menuju kampus MIPA UNSOED. Menemui anak-anak debat.
“permisi… ada Fadil???” kata Ucup ketika melihat segerombolan anak-anak Debat sedang asik makan(anak debat apa anak warteg ya???). mungkin sekarang sedang waktunya istirahat.
“nggak ada kak… dari tadi sore juga nggak dateng. Padahal kita udah mau ngerjain..” kata mereka kompak. Kebetulan yang ada saat itu memang anak 2008 semua.
“oh, yaudah makasih ya semua…”
“iya kak… sini dulu kak, makan. Ini masih ada kok..”
Ucup ragu, ingin rasanya meraih kue-kue itu. Lalu memasukannya ke celana. Lumayan, buat bekal nonto Teater. Tapi itu tak boleh terjadi, karena penyakit anehnya(suka nyimpen apa-apa dicelana dalem) tidak boleh diketahui banyak orang.
“nggak deh… makasih ya…”
Ucup keluar kampus dengan muka murung. Dia tidak menemukan calon Badak. Mangsa melesat. Tak lama, kakinya bergetar. Tanda ada telepon masuk. Susah payah dia mengeluarkan HP dari celana dalemnya. Dikorek-korek tapi nggak ketemu. Dia sampai menelanjangi tubuhnya demi mencari dimana HPnya. Dan ternyata.
Jengjengjengjeng
HPnya ada dikakinya.
“assalamualaikum…”
“waalaikum salam. Gimana mas? Ada???” mamanya Fadil lebih bersemangat kini.
“maaf tante… kata temen-temrnnya dia nggak dateng dari sore..”
“aduh… kemana ya??? Tolong yam as, bantuin dicariin…” suaranya kembali resah dan gelisah.
“iya tante…”
Setelah aksi mencari calon Badak itu nggak juga selesai, akhirnya terbanglah Ucup menuju SMA1Pbg untuk menyaksikan pentas Teater. Sampai disana…
Tolg ya mas, dicariin fadilnya, nanti kabarin sy. Trimakasih…
Ucup pun membalas.
Iy tante, temn-temn fska lg pda nyari. Ini sy lg ad acr bntar.
Pertunjukan dimulai. Aneh, sungguh pertunjukan teater yang aneh. Dibuka dengan pembacaan Puisi yang OK begete. Kemudian dilanjutkan sambutan.
“what??? Mu pentas apa mau upacara peresmian Toilet???” ucup teriak-teriak kaya di pantai.
“husss… ikutin aja alurnya…” teman-temannya menenangkan.
Baru kali ini Ucup manonton teater da arus mendengarkan dahulu sambutan-sambutan dari orang penting. Dari ketua panitia, ketua Osis, perwakilan dari sekolah, sampai ketua dinas kesenian. Untung saja penonton tidak diminta ceramah memberikan kesan dan pesan.
Saat ketua OSIS dipanggil untuk pidato,
“ohh… kepala sekolah…” celetuk Ucup yang memang rada bolot.
“hahaha… ketua OSIS, o’on…” seru daniar, disebelahnya.
Aneh, ini adalah pementasan teater terunik. Maju ters Teater Bledug… tapi tunggu dulu, dibelaang Teater Receh ya…
Pertunjukan berlangsung aman dan terkendali. Semua senang. Dan Ucup kemudian terlihat merogoh-rogoh celana bagian dalemnya.
4 missed calls
1 massage
Begitu bunyi layarnya.
Askum, mas tlg tmenin fadil dlu. Fadil tdi pingsan dkmrny.
“Astaghfirullah… innalilahi… masya allah… Ada badak pingsan???” Ucup mendelik kaget. Rasa penasarannya untuk melihat bagaimana rupanya kalau Badak lagi pingsan??? Memaksa dia untuk pulang cepat-cepat.
“ayo pulang…” ajak Ucup pada teman-temannya.
Dil, lw pinsn? Knpa g blg” dil, w kan jg pgn liat lw pingsn. Lgian pgsn nggk ngbkain pntu gw. W tdi ktktan tauk dksn lw nan glp. Tega lw…
Massae sent. Delivered
Akhirnya, dengan perjuangan yang tangguh, sampailah Ucup dikosan Fadil. Fadil dan Ucup bisa hidup bahagia kini. Mereka pun tidur bersama-sama di ranjang yang berbeda…
Note: Fadil(yang disini juga berperan sebagai Badak) adalah anak Fisika Unsoed 2007. Yang badannya gedhe, suka keringetan, hobi jalan kaki kemana-mana(musafir…), nggak doyan nasi dan kepilih menjadi ketua umum HIMAFI 2009(ini musibah bagi kelangsungan hajat hidup orang banyak), sekarang lagi sibuk latihan Debat buat IFDC. Semangat dill. Tapi sangking semangatnya dia melupakan peliharaannya yang sering dipanggil dengan UCUP. Dan sakitnya telah mengembalikan Ucup kembali kepelukannya(huekkks…). Dan itu tepat pada ULTAH nya Fadil. So sweet… Terimakasih Penyakit…
Sedangkan penulisnya adalah Assegaf, anak Matematika Unsoed 2007
Cerita ini adalah non fiktif belaka yang dibumbui dengan keLEBAIan(biasa, trik biar tulisan laku…). Jika ada kesamaan karakter dan kejadian. Berarti anda adalah orang yang beruntung. Terima kasih
Oh iya, Dil, ini kado gw buat loe… met ULTAH ya… cpetan 20 taun. Biar qta samaan. Hehe…

4/27/2009

telepon aneh eps 1

Pernah lagi, waktu itu, disore nan basah dan hujan rintik-rintik, gue sedang berHS ria dikampus MIPA UNSOED tercinta. Semua lancar, menyenangkan. Bahkan telepon dari nomer tak dikenalpun sama sekali tidak membuat gue berprasangka buruk. Karena gue lagi happy.
“hallo…” gue menyapa dengan keramahan yang ekstra gara-gara guenya lagi heppy.
“hallo mas, siapa nih???” ada yang aneh nggak sih? Yang nelpon dia, yang nggak kenal gue, eh yang nanya siapa dia.
“hah?” gue bingung, keseleg laptop.
“ini siapa? Aku mau nanyain motor…”
“motor???”
“ini siapa? Dimana???”
Sumpah, gue bingung, gue yang bloon ato gue yang bodoh siii???
Akhirnya, dengan ketegaran dan berharap dia segera memutuskan sambungan teleponnya, gue jawab aja.
“egaf…”
“eka???”
“he… he eh, eka…” biar cepet.
“kamu dimana???”
“ini siapa sih? Salah sambung kali…”
“kamu dimana???”
“salah sambung mas…”
“sampean dimana???”
Pengen gue banting tuh hape, andai saja itu bisa membuat seseorang diseberang sana mati.
“aku di purwokerto…”
“purwokerto??? Ngapain???”
Terserah gue dong. Sumpah nih orang ngerusak mood gue banget…
“kuliah…”
“rumahnya???”
“batang…”
“batangnya mana mas? Temenku juga batang”
“tersono…”
“tersononya sebelah mana?”
“deket masjid. Ini siapa sih? Kayaknya salah sambung deh”
“enggak mas. Aku mau nanyain motor mas yang mau dijual…”
“???”
“tigernya tahun berapa mas?”
Tiger pala loe bau menyan… tiger sapa yang mau gue jual???
“tiger??? Salah sambung mas, saya nggak punya tiger. Mau jual tigernya siapa???”
“rumahnya sampeyan dimana mas? Barangkali lain kali saya bisa main. Saya pengen liat tigernya…”
Tigernya siapa yang mau diliat??? Ada juga onta noh dirumah gue…
“deket masjid…” gue semakin bet mood. Gue lemes nggak karuan nahan kentut.
“ya udah dulu mas. Nanti saya hubungi lagi kalo saya mau main…”
“ya udah. Main aja noh ama Tiger…”
“apa mas???”
“nggak…”
“yaudah deh yaa. Trimakasih mas…”
“sama-sama” sumpah muka gue udah butek.
“tapi tigernya belum laku kan mas???”
“tut-tut-tut” gue menutup perbincangan nggak jelas itu…
“Hahaha…” sejenak hati gue tertawa. Tapi gue nggak bisa menutupi bahwa gangguan tadi bener-bener bikin gue galak. Tiger??? Mimpi aja nggak pernah gue, ini tiba-tiba gue ditodong buat ngejual Tiger gue. Kalo toh gue punya, mending gue pelihara kali, gue kasih pupuk, gue siramin tiap hari, sapa tahu gue bisa beternak Tiger…
Gue pun kemudian pulang kekosan gara-gara udah malem ditambah mood gue yang udah dicabik-cabik oleh Tiger itu. Dan untungnya, sampai detik ini, itu mas-mas nggak pernah lagi meneror gue apalagi main ke rumah gue. Kalo sampai dia nelpon gue lagi dan nanyain tiger, gue bakal jawab.
“tigernya udah abis mas… tinggal ee’ tiger. Mau yang mana? Rendang, dendeng ato sup? Atau barangkali mas mau makan mentah-mentah? Pake nasi atopun jadi isi burger sama-sama enak lho mas. Digadoin juga boleh. Semuanya harganya sama…”
Edan edan, jaman memang sudah edan…
(masih dihari yang sama…)
Sampai dikosan, gue bersiap untuk tidur, tapi sebelumnya, gue otak-atik leptop dulu buat nonton hasil downloadan gue(eits,,, di kampus gue nggak bisa download yang biru-biru… jangan ngeres loe…)
Tapi tiba-tiba, HP gue bergetar lalu berdering.
Private number
Roman-romannya udah nggak enak banget. Akhirnya, dengan tangan dan kaki serta seluruh tubuh yang gemetaran, gue mengangkat telepon dari nomer tak dikenal itu.
“hallo…” gue sok manis.
“hallo. Mbak kunthi ada nggak mbak kunthi???” kata seseorang diseberang sana dengan nada yang cemas.
“mbak kunthi siapa yaa???” Gue garuk-garuk jidat.
“mbak kunthi, ada disitu nggak???”
“mbak kunthi yang mana? Salah sambung kali mas…”
“enggak kok. Ini bener nomernya. Mbak kunthi kerja di tempat sampeyan nggak?” orang itu nyrocos. Mungkin, orang disekitarnya sudah terkena serangan hujan local disana.
Gue diem…
“sampeyan dimana?”
“di puwokerto…”
“kok dipurwokerto? Ngapain???”
Selamat !!! anda orang nggak penting kedua yang nanyain ngapain gue di purwokerto…
Dan bego’nya lagi, gue pun lagi-lagi menjawab.
“kuliah…”
“oh… terus rumahnya dimana?”
“tersono…” bosen gue ditanya batangnya mana???
“lha mbak kunthi kerja ditempat sampeyan nggak???”
“enggak tahu. Salah orang kali pak…”
“enggak kok. Bener…” bapak-bapak yang berpendirian teguh…
Gue diem…
“tolong dong mas. Bilang ke mbak kunthi, suruh pulang cepet. Soalnya anaknya sakit parah” bapak itu semakin memohon.
Gue bingung mesti ngomong apa…
“yaudah mas. Nanti kalo ketemu mbak kunthi, bilangin anaknya sakit parah. Disuruh cepet pulang…”
Gue bengong.
“tut-tut-tut” bapak itu menutup percakapan.
Gue masih bengong…
Ajaib!!! hari ini benar-benar ajaib. Ada 2 manusia nggak jelas meneror gue. Mood gue seketika runtuh… gue pun mengingat-ingat. Apa mungkin emak gue mengangkat karyawan baru bernama mbak kunthi???
Mbak Kunthi. Iya, bener. Sependengaran gue si tadi begitu.
Kunthi???
K-U-N-T-H-I… kunthi
OH MY GOD !!!
Mungkinkah ini pertanda si kunthi kebelet boker dan memanggil gue???
Seketika, bulu kuduk gue berlari. Gue ketakutan bener-bener ketakutan. Gue membayangkan bahwa yang menelpon gue tadi adalah genderuwo, suaminya mbak kunthi. Dans ekarang, tuyul lagi sekarat gara-gara nggak bisa boker.
Gue begidik, nyess nyesss. TIDUR !!!
Dan ketika kusadari, hari telah pagi.
Esoknya aku tak mendengar apa-apa tentang kabar si tuyul. Kita doakan saja semoga arwahnya tenang di sisi-Nya… amien…

Entahlah, mungkin Chip SIM card gue punya bakat terpendam. Atau mungkin memang punya keahlian dan keterampilan khusus. . . entahlah, yang pasti sudah banyak kejadian janggal yang menimpa gue dan HP gue…

sms aneh eps 2

Tidak Cuma itu keganjilan yang terjadi dengan HP gue. Entahlah, mungkin emang nomer HP gue yang bercecer dimana-mana. Atau sangking seringnya gue kentut disembarang tempat dengan nada dering yang menyebutkan nomer HP gue. Jadi, kentut gue begini bunyinya: kosong-delapan-lima-xxx-xxx-xxx. Tapi gue rasa tidak. Gue juga bingung. Entah kenapa hal-hal begini bisa terjadi di kehidupan gue dan HP gue.
Belum lama ini, disaat gue lagi asyik-asyiknya berkelana ala wisata kuliner, gue menerima sms yang gue kira nyasar, tapi gue harus menerima kenyataan bahwa sms itu bener-bener buat gue. Karena disana jelas-jelas nama gue disebut-sebut. Begini kira-kira versi bahasa indonesianya.
Assalamualaikum. Maaf sebelumnya. Nama saya Mahbub, dari Pemalang, Belik. Sekarang, saya sedang mengerjakan tugas akhir. Saya mau menyambung siaturrahmi sama saudara. Nah, sehubungan dengan hal tersebut, saya mau minta nomer anda. Bisa nggak mas Yusuf? Saya tunggu jawabannya.
Banyak hal aneh yang muncul dari sms tersebut. Dan sumpah, gue kesulitan untuk menterjemahkannya. Padahal gue JAWA TULEN. Tapi bahasa Jawanya yang tingkat tinggi, seakan-akan membuat gue menjadi 30 tahun lebih tua. Superduper formal.
Gue bakal dijadiin objek buat TA??? Kira-kira apa ya judul TA nya? Perhitungan Matemtis untuk mencari cara yang paling efektif untuk nahan boker dengan sample Ucup. Itu kalau dia anak Matematika. Kalo dia anak kedokteran, mungkin beda lagi judulnya. Metode terbaru cara mengatasi sembelit dengan sample Ucup. Atau kalau dia anak pertanian, Pengaruh ee’nya Ucup (yang dipakai sebagai pupuk) dengan kegagalpanenan petani strawberry di derah Belik. Atau kalau dia anak Peternakan maka judulnya Pengaruh jenis makanan dengan produksi ee’ pada hewan Ternak berjenis Ucup. Dan parahnya, kalau dia calon Dokter Hewan, maka judulnya Bagaimana masa depan kelangsungan hidup Ucup??? Hewan Spesies baru di Indonesia, hasil kawin silang antara Gorila dan Onta. Atau minimal Ucup, Primata spesies baru. Dijamin jinak dan masih Langka. Ditawarkan denagn Cuma-Cuma. Jika sakit berlanjut, hubungi Paranormal.
Setelah orolan sms malam itu, gue pun akhirnya mengakhiri karena gue udah ngantuk. Dan ORANG ITU SAMA SEKALI NGGAK NGEHUBUNGIN GUE LAGI. Syukurlah, mungkin TA nya udah kelar. Kira-kira, orang itu Fakultas apa ya??

4/21/2009

UTS

esokk...
ketika pagi tibatiba menyapa ,
maka kan kugenggam pena,
secarik kertas. . .
UTS !!!
Bikin gue bUtekK...



(liat post an gue juga di penaripena.blogspot.com judulnya "Motorku resmi bernama SRI...")

4/08/2009

LOMBA CERPEN 2009

ada yang tau lomba cerpen buad periode 2009????
yang tema naa bebas tapi...
w puna bnyakkk cerpen nihhh
hahaha

ato klo mu ngrimin k majalah" gmana yaaa....